Kasus DBD di Sikka Meningkat, Didominasi Anak-anak

SIKKA, NTT – Selama bulan Januari 2023, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat pesat di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejauh ini, total DBD di wilayah tersebut mencapai 120 kasus.

Dari pantauan di lapangan, saat ini hampir puluhan pasien dirawat intensif di RSUD TC Hillers Maumere akibat terserang virus DBD. Parahnya, pasien rata-rata didominasi anak-anak usia 1-15 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengaku jika kasus DBD mengalami peningkatan selama bulan Januari 2023. Peningkatan itu terjadi setelah anak-anak melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Per Januari ini, DBD mencapai 120 kasus. Kemungkinan akan terus mengalami peningkatan seiring tidak menentunya¬†musim hujan di wilayah ini,” terang Petrus belum lama ini.

Dengan adanya peningkatan kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka telah mengeluarkan himbauan agar warga waspada terhadap ancaman virus.

“Tetap waspada. Kami juga minta kepada warga agar semakin ketat menerapkan pola 3M Plus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 3M Plus merupakan segala bentuk kegiatan pencegahan. Mulai dari menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk serta menggunakan kelambu saat tidur.

Kemudian memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

“Selanjutnya menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan lain-lain,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *