LOMBOK TENGAH – Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berhasil meraih akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Bagiansyah, Senin (26/01/2026).
Dijelaskannya, pencapaian ini menegaskan komitmen RSUD Praya dalam menyelenggarakan pelatihan kesehatan yang memenuhi standar mutu nasional.
Di mana, proses akreditasi ini melibatkan penilaian menyeluruh terhadap kurikulum, kompetensi instruktur, sarana prasarana, hingga manajemen tata kelola pelatihan.
“Dengan status terakreditasi ini, setiap sertifikat yang diterbitkan oleh Diklat RSUD Praya kini memiliki legalitas formal yang diakui secara nasional oleh Kemenkes dan instansi terkait,” jelasnya.
Menurutnya, raihan akreditasi itu merupakan langkah strategis untuk mendukung transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Indonesia. Pihaknya merasa sangat bangga atas pencapaian tersebut, sebab akreditasi itu bukan sekadar label, melainkan jaminan bagi para peserta bahwa pelatihan yang diberikan memiliki standar kualitas yang tinggi.
“Fokus kami adalah memastikan setiap tenaga kesehatan yang berlatih disini memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, RSUD Praya menawarkan berbagai program pelatihan unggulan, diantaranya pelatihan BTCLS, komunikasi efektif, dan lainnya. Program tersebut dirancang dengan metode blended learning yang fleksibel, menggabungkan teori mendalam dan praktik lapangan yang intensif, serta didukung oleh fasilitator ahli di bidangnya.
Langkah itu juga sejalan dengan pilar kelima transformasi kesehatan Kemenkes, yaitu transformasi SDM kesehatan. Untuk itu, dengan hadirnya lembaga Diklat terakreditasi itu, kesenjangan kompetensi tenaga kesehatan di Loteng bisa ditingkatkan.
“Semua ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak. Semoga ke depannya kita bisa melakukan peningkatan mutu tenaga kesehatan di dalam maupun di luar RSUD,” tandasnya.
Adapun beberapa Diklat yang telah dilaksanakan yakni, pelatihan komunikasi efektif Desember 2024, workshop kegawatdaruratan matneo Februari 2025, BTCLS 2 kelas Juli 2025, workshop kegawatdaruratan saraf dan bedah saraf Agustus 2025, serta inhause training beriuk ngeshop dan caretiang. |df
