LOMBOK TENGAH – Realisasi pembangunan sekolah rakyat yang rencananya akan dilakukan di Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata ternyata sampai dengan saat ini belum ada kejelasan.
Pasalnya, berbagai persoalan yang diminta untuk diselesaikan oleh pemerintah pusat belum dilaksanakan oleh Pemda, sehingga tidak menutup kemungkinan ditahun 2026 tidak bisa direalisasikan sekolah rakyat tersebut.
Sekda Lombok Tengah, H Lalu Firman Wijaya menyampaikan bahwa sebenarnya surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI ke Kementerian PUPR RI sudah menyampaikan bahwa dari beberapa usulan untuk sekolah rakyat di Kabupaten/Kota di Provinsi NTB hanya ada dua Kabupaten yang bisa ditindaklanjuti yakni Kabupaten Sumbawa dan Lombok Tengah.
“Nah komunikasi kami kemarin ada beberapa hal yang memang harus kita selesaikan di Lombok Tengah. Seperti kita diminta selesaikan dulu jalan yang menjadi akses menuju sekolah rakyat ini, karena saat ini akses yang ada statusnya jalan non status dan persoalannya terkait lebar jalan saat ini,” kata H Lalu Firman Wijaya, kemarin.
Namun pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai permintaan pemerintah pusat untuk mewujudkan sekolah rakyat ini. Salah satunya, Pemda sudah menggelontorkan anggaran untuk pembebasan dan pelebaran jalan menuju lokasi pembangunan sekolah rakyat ini melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026 ini.
“Informasinya memang lewat ditahun 2026 ini (Tidak jadi dikerjakan tahun ini,red) karena kita sedang selesaikan berbagai persoalan yang ada. Kita pengadaan tanah dulu, karena kita tidak bisa menggunakan akses jalan yang sudah ada. Yang jelas di APBD Perubahan sudah kita anggarkan untuk pembabasan dan pembuatan jalan baru, lebarnya 20 Meter dan panjang sekitar 300 Meter,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinsos Lombok Tengah, H Masnun menyatakan bahwa untuk Pembangunan sekolah rakyat ini memang sudah tidak ada kendala. Hanya saja pemerintah pusat meminta agar dilakukan pembukaan akses jalan dan pemerataan lahan yang ada di daerah itu, mengingat untuk kondisi jalan yang menuju lokasi Pembangunan sekolah rakyat tidak terlalu lebar.
“Yang jelas tinggal pemerataan lahan sama pembukaan jalan saja, karena jalan yang ada saat ini sempit. Makanya dari koordinasi kita dengan pak Sekda (H Lalu Firman Wijaya,red) di APBD Perubahan ini dianggarkan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa jarak antara jalan besar dengan lokasi rencana pembangunan sekolah rakyat ini sekitar 500 meter, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah juga sudah turun melakukan pengukuran.
“Kalau masalah berapa yang dianggarkan itu bisa tanyakan ke pak sekda saja yaw, termasuk masalah sosial (Warga yang masih berada di lahan,red) sudah ada perjanjian di pak sekda,” ucapnya.
Pasalnya, di Dinsos hanya sebagai penerima dan juga bertugas untuk mencari sumber murid yang akan sekolah di Sekolah Rakyat ini. Menurutnya, untuk permasalahan sumber murid sudah tidak ada persoalan, karena dari jauh sebelumnya dari dinas sudah melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber murid tersebut.
“Desil 1-4 yang menjadi sumber murid, itu yang penerima bantuan melalui PKH yang masuk kategori miskin. Jadi sudah tidak ada masalah kalau sumber murid. Arahan dari pemerintah pusat kemarin, yang akan dibangun adalah sekolah rakyat yang bisa menampung sekitar 5.320 siswa. Jadi kalau kuota tidak terpenuhi oleh Lombok Tengah maka bisa juga sumber murid dicari di daerah luar Lombok Tengah,” jelasnya.
Namun pihaknya mengaku jika dilihat dari potensi murid di Lombok Tengah yang masuk desil 1-4 ternyata sudah cukup bahkan lebih dari kuota pemerintah pusat yang kapasitas tampungan sekolah diangka 5.320 siswa itu. Data yang ada, untuk warga yang menerima PKH dan memiliki anak usia dini mencapai 8.721, kemudian jenjang SD ada 18.000.
“Belum kita hitung anak yang SMP dan SMA. Jadi potensi sumber murid cukup banyak dan laporan potensi murid ini kita terima dari pendamping PKH, tinggal sekarang yang kita fikirkan mau tidak anaknya masuk di sekolah rakyat itu, pengalaman Lombok Barat maka kita harus gencarkan sosialisasi dulu,” pungkasnya. |df
