Pemda Siapkan Rp58,9 Miliar untuk Perbaikan 15 Ruas Jalan Rusak

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah pada akhir tahun 2026 ini melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan menyiapkan anggaran hingga mencapai Rp 58,9 miliar untuk menangani 15 ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. Total panjang jalan yang akan diperbaiki di 15 ruas jalan ini mencapai lebih dari 27 kilometer.

Adapun 15 ruas jalan yang masuk dalam program perbaikan, yaitu Penunjak–Mangkung sepanjang 6,7 km, Mujur–Teruwai sepanjang 2,9 km, Tandek–Sukarare sepanjang 2,4 km, Beson–Krembong sepanjang 0,9 km, Pengadang–Braim sepanjang 2,3 km, Waker–Wage (Wage–Bunklotok) sepanjang 0,8 km dan Olor Agung–Enjak sepanjang 1,75 km.
Selain itu, ada juga Repok Bijang–Peseng sepanjang 0,5 km, Ganti–Janapria sepanjang 2,1 km, Beleke–Lingkuk Buak sepanjang 1,5 km, Piang–Bunmas sepanjang 0,53 km, Kawo–Teruwai sepanjang 1 km, Gerunung–Kwang Rundun sepanjang 1,5 km, Rembitan-Kedron sepanjang 1,5 Km dan Medas-Sintung sepanjang 0,54 Km.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian menyampaikan bahwa pihaknya optimis 15 ruas jalan yang akan diperbaiki melalui anggaran di APBD Perubahan ini bisa terselesaikan meski waktu cukup singkat. Optimisme itu disampaikan karena 15 ruas jalan ini lebih banyak pekerjaan pengaspalan yang memang tidak membutuhkan waktu cukup lama.

“Jadi kita optimis cepat selesai meski kita anggarkan di APBD Perubahan karena lebih banyak pengaspalan dan rabat bahu, pasangan batu mungkin bisa dilakukan dititik-titik yang sangat urgen. Ini salah satu strategi kita supaya bisa terselesaikan tepat waktu,” kata Lalu Rahadian, kemarin.

Untuk pengerjaan 15 paket proyek ini masih menunggu Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) yang saat ini masih proses evaluasi di Pemprov NTB. Setelah DPA keluar maka paket pekerjaan langsung bisa berkontrak dan pekerjaan langsung bisa mulai dikerjakan.

“Kita perkirakan waktu sekitar 60 hari pekerjaan bisa selesai,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa proyek tersebut menggunakan proses tender dan proses tender sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun pihaknya belum bersedia membeberkan apakah sudah ada pemenang tender atau tidak.

“Yang jelas proses tender awal sudah dimulai dan kita optimis pekerjaannya bisa diselesaikan dan nilai masing-masing ruas memang bervariasi tergantung panjangnya,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya menyampaikan bahwa memang Pemda telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp72 miliar untuk penanganan jalan kabupaten pada APBD Perubahan 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 58,9 miliar diarahkan untuk perbaikan ruas jalan rusak, sementara sisanya digunakan untuk pemeliharaan jalan yang membutuhkan penanganan.

“Setelah penetapan dilakukan, selanjutnya akan dilakukan proses lelang. Harapannya pekerjaan bisa segera dilaksanakan, mengingat waktu efektif bekerja tahun ini tinggal sekitar tiga bulan,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pengerjaan jalan relatif tidak membutuhkan waktu lama karena sudah menggunakan dukungan alat berat dan teknologi pekerjaan konstruksi. Pemkab optimistis perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

Disatu sisi, diketahui jika ruas Mujur-Teruwai menjadi salah satu ruas dengan alokasi anggaran terbesar, mencapai lebih dari Rp10 miliar. Sementara biaya penanganan sejumlah ruas lainnya rata-rata berada pada kisaran Rp2,7 miliar per kilometer.

“Kita juga meminta agar ruas jalan yang telah diperbaiki tetap mendapatkan pemeliharaan secara berkala agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Termasuk ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini, kita minta agar dilakukan pemeliharaan berkala supaya bisa bermanfaat untuk jangka panjang,” tandasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *