LOMBOK TENGAH – Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah (Loteng), Lalu Muhamad Akhyar kembali menggelar reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Dusun Dayen Peken Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muttaqien NW Penujak.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Ponpes Darul Muttaqien, Lalu Saparudin menyampaikan beberapa usulan penting terkait dengan kondisi sarana dan prasarana penunjang madrasah.
Di mana, akibat minimnya sarana dan prasarana tersebut, berdampak pada minat dan kepercayaan masyarakat setempat.
“Sejak didirikan sekitar 70 tahun lalu, kondisi sarana dan prasarana madrasah kian terbatas. Ini berdampak pada keberlanjutan ponpes ke depannya,” kata Lalu Saparudin, Jumat (06/02/2026).
Pihaknya berharap, melalui kegiatan itu, apa yang menjadi aspirasi pihak ponpes bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah. Baik itu berupa program bantuan dan pemberdayaan, guna meningkatkan kesejahteraan serta kualitas ponpes.
“Semoga ada solusi konkrit agar ponpes ini bisa berkembang dan kembali menjadi pilihan utama masyarakat, baik dari sisi fasilitas, program pendidikan, maupun tata kelola,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Lalu Muhammad Akhyar menyampaikan, setiap aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian penting untuk diprioritaskan. Baginya, hasil serapan tersebut nantinya akan disampaikan ke pemerintah daerah.
“Aspirasi ini akan terus kami perjuangkan dan ditindaklanjuti. Kami akan upayakan agar dapat masuk dalam pembahasan dan program pemerintah daerah ke depannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya jaminan mutu pendidikan kepada wali murid, mulai dari konsep pendidikan, kurikulum yang baik, hingga kualitas tenaga pendidik. Selain itu, ia mendorong pengurus dan guru agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi.
“Program ponpes harus dipublikasikan agar dikenal masyarakat luas. Guru dan pengelola juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya. |df
