LOMBOK TENGAH – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam aliansi asosiasi pemuda inspirator Indonesia melakukan aksi protes (hering) ke kantor DPRD Lombok Tengah (Loteng).
Aksi ini dilakukan karena kondisi petani yang sedang mengalami kesulitan akibat harga tembakau yang tidak sesuai dengan biaya produksi. Parahnya, dengan harga saat ini, dampaknya petani tembakau bukanya untung melainkan buntung.
Salah satu warga, Narapudin menyatakan, harga tembakau sekarang ini jauh dari standar. Parahnya, pemerintah belum mengambil sikap terkait persoalan ini. Baginya, petani tembakau sekarang ini sedang menjerit dan menangis dengan harga tembakau yang kian anjlok.
Ia menegaskan, petani tembakau saat ini sedang mengharap bantuan pemerintah. Hanya saja pemerintah seolah tidak mendengarkan jeritan para petani.
“Pemerintah malah seakan-akan membiarkan para petani atau masyarakat merugi. Buktinya, hingga sekarang belum ada sikap soal harga tembakau,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Loteng, Zaenal mengatakan telah ada rapat di Kantor Gubernur NTB dengan perusahaan tembakau, namun belum ada kejelasan terkait harga hingga sekarang.
“Mengacu pada Perda yang ada, banyak usaha yang tidak memiliki izin dan revisi Perda oleh provinsi belum jelas,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Loteng, Lalu Muhammad Akhyar memastikan jika apa yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk segera mencarikan solusi.
“Pemerintah harus segera mencarikan solusi, agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” pungkasnya. |df
