LOMBOK TENGAH – Aksi unjuk rasa ratusan guru honorer di Lombok Tengah (Loteng) tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga memantik respons serius dari DPRD Loteng.
Ketua Komisi I DPRD Loteng, Ahmad Syamsul Hadi memastikan pihaknya akan segera memanggil sejumlah badan dan organisasi perangkat daerah (opd) untuk mengurai persoalan honorer dari hulu hingga hilir.
Ketua DPD NasDem itu menegaskan, pemanggilan tersebut akan melibatkan BKSDM, BKAD, Dinas Pendidikan, serta Inspektorat. Lembaga-lembaga ini nantinya lajutnya akan dikumpulkan dalam satu forum bersama dinas dinas kesehatan, dan OPD lain yang menaungi tenaga honorer di Loteng.
“Kami akan cek dan periksa sebaik-baiknya seluruh data tenaga honorer. ini bukan sekadar mendengar aspirasi, tapi mencari jalan keluar terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjawab kegelisahan para guru honorer, khususnya terkait status mereka yang tidak tercatat dalam database badan kepegawaian negara (BKN). persoalan ini, kata dia, menjadi tanda tanya besar yang harus dijelaskan secara terbuka dan objektif.
Pihaknya tidak ingin persoalan honorer hanya berhenti pada janji atau wacana. Pemerintah daerah diminta hadir dengan solusi konkret, namun tetap menjunjung tinggi integritas, terutama bagi tenaga pendidik yang selama ini telah mengabdi di sekolah-sekolah.
“Integritas harus kita jaga. terutama bagi tenaga pendidikan. Jangan sampai ada yang dirugikan, tapi juga jangan ada data yang tidak jelas asal-usulnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menelusuri asal-usul data honorer, mulai dari proses masuk, jalur pendaftaran, hingga dasar pengangkatan. Menurutnya, pengecekan ulang ini perlu dilakukan agar tidak ada celah administrasi yang berujung ketidakadilan.
“Jenapa ada tenaga pendidik yang namanya tidak masuk di BKN? ini pertanyaan paling besar. jawabannya akan terlihat setelah kami memanggil seluruh badan dan dinas terkait,” pungkasnya.
Langkah Komisi I DPRD ini diharapkan menjadi titik terang bagi ribuan tenaga honorer yang menanti kepastian status dan masa depan mereka. |df

