Angka Stunting di Lombok Tengah Turun Drastis, Maret 2026 Capai 9,01 Persen

LOMBOK TENGAH – Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menekan angka stunting selama lima tahun terakhir menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), angka stunting di daerah tersebut terus mengalami penurunan dan pada Maret 2026 mencapai titik terendah sebesar 9,01 persen.

Penurunan tersebut dinilai cukup signifikan, mengingat angka stunting Lombok Tengah sebelumnya masih berada di atas 20 persen. Tren penurunan bahkan tercatat stabil dengan rata-rata mencapai sekitar 2 persen setiap tahun.

Data Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat, pada Januari 2026 terdapat 7.985 balita stunting dari jumlah balita yang diukur, atau setara dengan 9,81 persen.

Angka tersebut sempat mengalami peningkatan pada Februari 2026 menjadi 10,22 persen. Kondisi itu menjadi angka tertinggi pada semester pertama tahun ini dengan jumlah balita stunting mencapai lebih dari 8.000.

Namun, tren tersebut berbalik pada Maret 2026. Angka stunting turun cukup tajam menjadi 9,01 persen dengan jumlah balita stunting sebanyak 7.446 anak.

“Selanjutnya di bulan-bulan berikutnya hingga Juli, trennya menjadi stabil. Selalu tetap di bawah 10 persen. Fasenya landai,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Nasrullah, Rabu (02/09/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran keberhasilan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak dalam menekan angka stunting di Lombok Tengah.

Jika melihat perkembangan beberapa tahun sebelumnya, penurunan tersebut semakin terlihat signifikan. Pada 2023, angka stunting di Lombok Tengah sempat mencapai 23,03 persen, dengan jumlah balita stunting hampir mencapai 22 ribu anak.

“Hampir 22 ribu balita saat itu menandakan betapa berat kita dulu harus memulai, tapi alhamdulillah hasil kerja selama lima tahun terakhir membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Kita pangkas angka itu jauh hingga lebih dari setengahnya,” terangnya.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, pihaknya menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak boleh berhenti. Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan tren positif tersebut.

“Kami berharap masyarakat terus mengikuti arahan dari kami agar anak-anak kita ke depan terbebas total dari stunting. Tentu itu menjadi doa dan harapan kita. InsyaAllah, kita akan terus bekerja keras mewujudkan cita-cita besar generasi emas,” pungkasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *