Erupsi Anak Krakatau, Delapan Jadwal Lombok-Jakarta Dibatalkan

LOMBOK TENGAH – Aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Minggu (6/9/2026).

Meskipun kondisi operasional di BIZAM hingga saat ini masih berjalan normal, sebaran abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau memicu gangguan pada sejumlah penerbangan yang memiliki rute menuju maupun dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.

Sebanyak delapan penerbangan yang menghubungkan Lombok dan Jakarta tercatat terdampak dan berstatus dibatalkan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi penerbangan dan sebaran abu vulkanik.

Imbauan kepada calon penumpang disampaikan menyusul adanya penutupan sementara atau Aerodrome Closed di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penutupan tersebut berdasarkan NOTAM A3341/26, yang berlaku mulai Sabtu (5/9/2026) pukul 21.52 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.30 WIB.

“Sehubungan dengan adanya sebaran abu vulkanik akibat letusan Anak Gunung Krakatau, kami mengimbau kepada calon penumpang untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai,” demikian keterangan resmi pihak BIZAM.

Dari delapan penerbangan yang terdampak, empat di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan dari Bandara BIZAM menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Penerbangan TransNusa dengan nomor 8B 5162 yang dijadwalkan berangkat pukul 08.30 WITA terdampak pembatalan. Kemudian Super Air Jet IU 769 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.15 WITA juga dibatalkan.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 431 dengan jadwal keberangkatan pukul 11.15 WITA serta Citilink Indonesia QG 641 yang dijadwalkan terbang pukul 12.30 WITA turut masuk dalam daftar penerbangan terdampak.

Dengan demikian, calon penumpang yang telah merencanakan perjalanan dari Lombok menuju Jakarta pada jadwal tersebut perlu melakukan pengecekan ulang terhadap status penerbangannya.

Gangguan juga terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Lombok. Empat penerbangan dengan rute Soekarno-Hatta menuju BIZAM tercatat mengalami pembatalan.

Masing-masing yakni TransNusa 8B 5161 yang dijadwalkan tiba pukul 08.00 WITA, Super Air Jet IU 762 pukul 10.00 WITA, Garuda Indonesia GA 432 pukul 10.30 WITA, serta Citilink Indonesia QG 640 yang dijadwalkan tiba pukul 12.00 WITA.

Pembatalan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap kondisi penerbangan menyusul adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat indikasi sebaran abu vulkanik.

Di tengah gangguan sejumlah penerbangan, pihak pengelola memastikan operasional Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid masih berjalan normal.

Dengan kata lain, pembatalan delapan penerbangan tersebut bukan disebabkan oleh kondisi di Bandara BIZAM, melainkan berkaitan dengan gangguan operasional pada bandara tujuan maupun asal penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Selain Bandara Soekarno-Hatta, status Aerodrome Closed akibat indikasi sebaran abu vulkanik juga ditetapkan di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma serta Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.

Kondisi tersebut membuat maskapai dan pengelola bandara harus melakukan penyesuaian terhadap jadwal penerbangan demi memastikan keselamatan penerbangan dan pengguna jasa.

Pihak BIZAM menyatakan penumpang yang penerbangannya terdampak telah mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi operasional.
Informasi dan edukasi diberikan melalui petugas customer service bandara maupun pihak maskapai.

Para penumpang juga diberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian dana atau refund, maupun melakukan penjadwalan ulang atau reschedule, sesuai dengan ketentuan masing-masing maskapai.

Langkah tersebut dilakukan agar penumpang tetap mendapatkan kepastian layanan di tengah situasi yang belum sepenuhnya normal pada sejumlah bandara yang terdampak.

Pihak bandara juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau sumber yang tidak resmi terkait perubahan jadwal penerbangan.

Calon penumpang diminta secara berkala memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai yang digunakan.

Selain itu, informasi juga dapat diperoleh dengan menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.

“Kami mengimbau para pengguna jasa bandara untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai serta dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172 untuk mendapatkan informasi terkini,” jelas pihak BIZAM.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di wilayah Indonesia dapat memberikan dampak luas terhadap konektivitas udara, bahkan ketika kondisi bandara tertentu masih beroperasi normal.

Karena itu, calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada Minggu (6/9/2026) diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi terbaru, serta mengikuti arahan maskapai dan pengelola bandara.

Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional di tengah adanya potensi sebaran abu vulkanik. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *