LOMBOK TENGAH – Dinamika yang menghangat paska diusirnya guide asal Lombok Tengah dan wisatawan yang dibawanya ke Teluk Ekas oleh Bupati Lombok Timur membuat para pemangku kebijakan di Lombok Tengah angkat bicara.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi NasDem sekaligus Ketua Komisi 1 DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi, mengatakan jika apa yang disampaikan Bupati Lombok Timur hanya dikarenakan faktor capek dan butuh healing.
“Bupati (Haerul Warisin) mungkin butuh healing. Butuh liburan, ya istirahat sejenak. Lagian itu juga bukan Teluk Ekas ya, lokasi itu namanya Teluk Awang. Ingat itu,” kata Ahmad SH, kemarin.
Ketua DPD Nasdem Lombok Tengah itu meminta agar video viral tersebut jangan ditanggapi terlalu berlebihan. “Semangatnya itu perlu diapresiasi. Kan, dia mau memajukan pariwisatanya. Tapi Bupati Lombok Timur ini juga harus memeriksa lebih komprehensif. Ini kan Pariwisata, soal cara menjual,” kata Ahmad.
Menurutnya tidak baik dan kurang tepat seorang kepala daerah melakukan tindakan seperti itu. “Nah, sekarang Pemda Lombok Timur mikir deh. Apa yang diperlukan. Guide, infrastruktur, dan sarana lain diperbaikilah. Infrastrukturnya itu tidak cuma jalan. Infrastruktur itu tentang seluruh perangkat kepariwisataan,” tegas Ahmad.
Lebih lanjut Ahmad menekankan jika itu masalah sudah lama, maka kenapa tidak dibicarakan. “Di mana dibicarakan? Di atas meja. Rapat, ketemu. Jika Lombok Timur butuh training and trainer terkait teknis pariwisata, misalnya pengelolaan lokasi wisata, Lombok Tengah kan bisa membantu,” tukas Ahmad.
Dia menilai apa yang terjadi kemarin itu bukan tentang soal zona eksklusif atau kawasan. Melainkan, soal orang berselancar saja. “Ya, kalau orang sekarang misalnya menginap di Kuta, menginap di Awang, menginap di Mertak sana itu, terus kemudian mereka mau berselancar ke sana terus nggak boleh. Apa kata dunia? MotoGP di mana? Di Lombok Tengah. Siapa yang full hotelnya? Mataram, Sengigi, Semua kebagian,” tegas Ahmad. |df
