Dukung Sepakbola Daerah, PSSI Loteng Salurkan Bantuan Sarana Olahraga

LOMBOK TENGAH – PSSI Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar kegiatan serah terima bantuan sarana olahraga dengan mengusung tema “Sinergi DPRD NTB dan PSSI Lombok Tengah dalam Mendukung Pembinaan dan Prestasi Sepakbola Daerah”. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam memajukan sepakbola di Lombok Tengah.

Pembina PSSI Loteng, HL. Wirajaya menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak semangat serta meningkatkan sportivitas olahraga, khususnya di lingkungan PSSI.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni bertujuan untuk berkontribusi bersama demi kemajuan PSSI ke depan.

“Sejauh ini kami aktif menjadi bagian dari pencinta sepakbola. Kegiatan seperti ini sudah menjadi hal lumrah dan akan terus dijalankan. Saya mengedepankan moto bareng-bareng, karena semua persoalan akan tuntas dengan kekompakan dan asas kebersamaan,” kata Wirajaya, Selasa (20/01/2026).

Ia juga menegaskan, PSSI Loteng memiliki peran penting dalam membina dan meningkatkan kualitas atlet sepakbola daerah. Bantuan sarana olahraga yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban klub-klub yang ada, serta memberi manfaat berkelanjutan.

Selain bantuan sarana, Wirajaya mengungkapkan pihaknya telah merealisasikan anggaran perbaikan lapangan sepakbola Tibu Sisok, Kecamatan Janapria. Bahkan saat ini juga telah diusulkan perbaikan lapangan sepakbola di Dusun Pemantek.

“Kami berharap sarana dan prasarana olahraga, khususnya sepakbola di daerah ini bisa dimaksimalkan secara bertahap. Agar bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tandas politisi Gerindra ini.

Sementara itu, Ketua PSSI Loteng, Irman Jauhari menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan dukungan langsung dari Pembina PSSI. Menurutnya, PSSI Loteng selama ini bekerja secara tim dalam menjalankan berbagai program pembinaan dan kompetisi.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus dan klub-klub yang ada di Loteng,” ujarnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data PSSI, saat ini terdapat 162 klub yang tergabung dan telah menjalankan liga selama delapan tahun dengan sistem tiga zona, yakni Empak Bau, Tanjung Tilah, dan Aik Meneng.

Ia menambahkan, kompetisi yang bergulir saat ini mampu bersaing di level provinsi, sehingga menjadi motivasi besar untuk terus berjuang menuju arah yang lebih baik. Bahkan, PSSI Loteng kini menjadi salah satu percontohan kerangka kompetisi sepakbola di Provinsi NTB.

“Terus maju, kita siap bergandengan tangan untuk memajukan sepakbola di daerah ini,” pungkasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *