InJourney Hospitality House Bekali Masyarakat Desa Wisata Standar Layanan Berkualitas

LOMBOK TENGAH – PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I Tahun 2026 di Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus upaya mempersiapkan masyarakat sebagai tuan rumah yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Selama tiga hari pelaksanaan, ITDC menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada pengalaman wisatawan. Kurikulum pelatihan mencakup keramahtamahan, komunikasi yang baik, sadar wisata, serta pelayanan sepenuh hati kepada wisatawan.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga bertujuan membangun budaya pelayanan yang mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Melalui pelayanan yang berkualitas, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata lokal.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya mengatakan, pentingnya kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Pengembangan destinasi yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM.

Melalui InJourney Hospitality House, kami ingin membangun budaya hospitality yang kuat di tengah masyarakat, sehingga setiap interaksi dengan wisatawan mampu menghadirkan pengalaman yang positif, berkesan dan mendorong mereka untuk kembali berkunjung,” kata Pari Wijaya.

InJourney Hospitality House Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 53 peserta yang berasal dari Desa Wisata Hijau Bilebante dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pemandu wisata, pemilik homestay, pengelola destinasi wisata, pelaku UMKM, penjahit, terapis SPA, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga wiraswasta.

“Keragaman peserta ini mencerminkan upaya membangun kualitas pelayanan pada seluruh ekosistem pariwisata desa,” ujarnya.

Keunikan program ini juga terlihat dari keterlibatan Malik Abdul Aziz, masyarakat desa penyangga The Mandalika yang sebelumnya telah mengikuti Training on Trainer (ToT) InJourney dan kini dipercaya menjadi trainer dalam pelatihan. Pendekatan ini menunjukkan komitmen InJourney dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan dari masyarakat kepada masyarakat.

Salah satu peserta pelatihan sekaligus penggerak UMKM Putri Rinjani, Hj. Zainab menyatakan, pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa hospitality bukan hanya tentang bersikap ramah, tetapi juga memahami kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat mereka merasa nyaman.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dan bisa langsung diterapkan dalam melayani wisatawan di desa kami. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkenalkan potensi desa wisata kepada lebih banyak orang,” terangnya.

Program InJourney Hospitality House Batch I Tahun 2026 juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemerintah Kecamatan Pringgarata, serta Pemerintah Desa Bilebante.

Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada wisatawan sekaligus mendukung kesiapan destinasi menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *