ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga Tumbuh Bersama Perkembangan The Mandalika

LOMBOK TENGAH – Perkembangan kawasan The Mandalika terus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di desa penyangga. Sejumlah UMKM binaan mulai terhubung dengan ekosistem pariwisata di kawasan, salah satunya melalui pemasokan hasil pertanian hidroponik kepada tenant dan pelaku usaha kuliner di The Mandalika.

Untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai nilai pariwisata tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pullman Lombok Mandalika Beach Resort menyelenggarakan Workshop Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Penyangga, di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (10/06/2026).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti oleh 28 pemilik UMKM dari Desa Kuta dan Desa Prabu ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan sektor pariwisata di The Mandalika.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya mengatakan, pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan atraksi wisata, tetapi juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat lokal dapat tumbuh bersama perkembangan kawasan.

“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi kawasan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” kata Pari, Jumat (12/06/2026).

Dijelaskannya, peserta workshop merupakan UMKM binaan yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari produk olahan pangan, produk berbasis kelapa, hingga pertanian hidroponik. Beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai terhubung dengan ekosistem pariwisata di kawasan The Mandalika. Hasil pertanian hidroponik dari Kelompok Tani Hydroku, misalnya telah memasok kebutuhan sejumlah tenant dan pelaku usaha kuliner di kawasan. Keterhubungan ini menunjukkan bagaimana pengembangan pariwisata dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga lokal melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

“Peserta diharap mampu meningkatkan visibilitas produk melalui platform digital, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata di kawasan The Mandalika. Harapannya, upaya ini semakin memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu, Zaki Yurahman mengatakan, kegiatan itu memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro untuk meningkatkan daya saing produk. Selama ini, pihaknya lebih fokus pada produksi dan penjualan secara langsung. Sehingga melalui workshop ini, ia mendapatkan banyak pengetahuan mengenai cara membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, hingga memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa membantu produk kami menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain pelatihan, pada kesempatan yang sama ITDC juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana berupa 10 unit tempat sampah kepada Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan kebersihan dan peningkatan kualitas destinasi wisata Monkey Cave yang menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis alam dan budaya di Desa Prabu. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *