LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) kembali melanjutkan program revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika. Penataan pasar yang berada di kawasan strategis destinasi pariwisata nasional tersebut dilakukan secara bertahap guna menciptakan pasar yang lebih tertata, nyaman, bersih, serta mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Keberadaan Pasar Rakyat Kuta Mandalika dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat transaksi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga sebagai etalase ekonomi lokal yang dapat mendukung geliat pariwisata di kawasan Mandalika. Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pasar agar mampu bersaing dengan pusat perdagangan modern sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Tengah, Lalu Setiawan, mengatakan revitalisasi pasar dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk melanjutkan penataan pasar tersebut.
“Penganggarannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini dialokasikan sebesar Rp1 miliar untuk melanjutkan revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika,” ujarnya.
Menurutnya, anggaran revitalisasi tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tahap awal pekerjaan difokuskan pada perbaikan dan pembenahan bangunan utama pasar yang dinilai sudah membutuhkan peningkatan kualitas.
Selain memperbaiki fisik bangunan, pemerintah juga akan melakukan penataan kawasan pasar secara menyeluruh. Mulai dari pengaturan lapak pedagang, akses keluar-masuk, hingga penataan lingkungan sekitar agar tercipta kawasan perdagangan yang lebih tertib, aman, dan menarik.
“Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki gedung pasar, tetapi juga menata kawasan di sekitarnya agar lebih representatif dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Mandalika,” jelasnya.
Lalu Setiawan menambahkan, keberadaan Pasar Rakyat Kuta Mandalika memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di kawasan destinasi wisata internasional. Oleh sebab itu, wajah pasar harus mampu mencerminkan kawasan wisata yang bersih, rapi, dan modern tanpa meninggalkan identitas pasar tradisional.
Ia berharap setelah revitalisasi selesai, aktivitas perdagangan di pasar akan semakin meningkat. Pedagang memperoleh tempat usaha yang lebih layak, sementara masyarakat maupun wisatawan memiliki pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.
“Pasar yang tertata dengan baik tentu akan meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja. Dampaknya bukan hanya pada meningkatnya pendapatan pedagang, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan revitalisasi pasar ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor perdagangan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan. Dengan fasilitas yang lebih baik, Pasar Rakyat Kuta Mandalika diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi lokal yang hidup, mampu mengangkat produk-produk UMKM, serta menjadi destinasi belanja yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Revitalisasi yang dilakukan secara bertahap ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan. Pasar rakyat tidak hanya dipandang sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai ruang ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas perdagangan yang semakin berkembang. |df
