LOMBOK TENGAH – Nasip para tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Tengah nampaknya lebih baik dari para guru honorer yang ada di daerah itu. Pasalnya untuk para nakes, meski tidak lagi diperpanjang menjadi tenaga honorer diberbagai fasilitas kesehatan namun mereka masih tetap bekerja karena para nakes ini diangkat menjadi tenaga perofesional.
Keputusan mengangkat para Nakes ini untuk menjadi tenaga perofesional karena memang dalam aturan dibolehkan, mengingat para Nakes ini bekerja di fasilitas kesehatan dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga nantinya gaji mereka akan dikucurkan langsung dari anggaran BLUD yang dikelola ditempat mereka bekerja.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, Suardi memastikan untuk para Nakes tidak ada yang dirumahkan, karena para Nakes ini bekerja dibawah naungan BLUD maka meski kontrak mereka sebagai honorer tidak diperpanjang namun kini para Nakes diangkat menjadi tenaga perofesional.
“Karena BLUD jadi mereka (Nakes) dialihkan menjadi tenaga perofesional sesuai dengan kebutuhan. Jumlah Nakes yang menjadi tenaga perofesional di RSUD Praya sekitar 200 lebih dan di Dikes atau Puskesmas ada 155, yang jelas Nakes tidak ada yang dirumahkan,” kata Suardi saat ditemui di Kantor DPRD Lombok Tengah, Senin (12/01/2026)
Ia mengaku bahwa meski para Nakes ini sudah diputus kontrak menjadi honorer namun dengan diangkatnya mereka menjadi tenaga perofesional maka para Nakes ini akan berkontrak dengan masing-masing BLUD tempat mereka bekerja.
“Nantinya gaji para Nakes ini dari BLUD tapi kalau besaran gaji masih belum, jadi BLUD ada aturan,” terangnya.
Lebih jauh disampaikan karena mereka sebagai tenaga perofesional maka tetap nantinya mereka bekerja seperti biasanya seperti perawat tetap menjadi perawat dan lain sebagainya. Disatu sisi, pihaknya mengaku kebutuhan untuk Nakes ini memang sangat penting apalagi saat ini Pemda sedang berupaya untuk membuat seluruh Puskesmas prototaif.
“Jadi kita pastikan untuk Nakes tidak ada yang dirumahkan karena mereka menjadi tenaga perofesional meski sudah diputus kontrak menjadi honorer,” pungkasnya. |df
