Produksi Padi Tembus 509 Ribu Ton

LOMBOK TENGAH – Sektor pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng mencatat produksi padi daerah ini mencapai 509 ribu ton dari total luas lahan sawah sebesar 95.802 hektare. Capaian tersebut meningkat sekitar empat persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Zainal Arifin mengatakan, peningkatan produksi padi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya kondisi cuaca yang relatif stabil dan minim jeda hujan sepanjang musim tanam.

“Produksi padi meningkat sekitar empat persen dibandingkan 2024. Penyebabnya karena musim kemarin tidak ada jeda hujan. Banyak petani yang biasanya menanam dua kali dalam setahun, sekarang bisa sampai tiga kali,” kata Zainal Arifin.

Menurutnya, intensitas hujan yang cukup merata sepanjang tahun memberikan keuntungan bagi petani karena ketersediaan air untuk lahan sawah tetap terjaga. Kondisi ini mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) yang secara langsung berdampak pada naiknya total produksi padi.

Selain faktor cuaca, tingginya minat petani menanam padi juga dipicu oleh harga gabah yang dinilai cukup menguntungkan. Hal tersebut membuat petani lebih fokus pada komoditas padi dibandingkan tanaman lainnya.

“Harga gabah cukup bagus. Makanya petani tertarik menanam padi terus, bahkan sampai tiga kali setahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas produksi dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian, terutama pupuk.

Ia menegaskan, saat ini petani di Lombok Tengah tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Petani tidak perlu khawatir. Sekarang sudah Januari, dan pupuk sudah bisa ditebus sesuai kebutuhan masing-masing kelompok tani,” ujarnya.

Kemudahan akses pupuk tersebut, lanjut Zainal, tidak lepas dari tertibnya pendataan petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Seluruh kelompok tani di Lombok Tengah telah terdata dalam sistem tersebut sehingga distribusi pupuk dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Semua sudah masuk RDKK. Tinggal menebus sesuai alokasi dan kebutuhan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, jumlah keseluruhan petani yang terdaftar dalam RDKK mencapai 108 ribu nomor induk kependudukan (NIK).

Data tersebut menjadi acuan utama dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan program pendukung pertanian lainnya.

Dengan capaian produksi padi yang meningkat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Selain menjaga ketahanan pangan lokal, surplus produksi padi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pasokan beras di tingkat regional maupun nasional. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *