NasDem Sentil Dampak MotoGP hingga Optimalisasi PAD dalam APBD 2027

LOMBOK TENGAH – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyoroti sejumlah persoalan strategis dalam pemandangan umum terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2027. Mulai dari transparansi dampak ekonomi MotoGP Mandalika, pembangunan desa, perbaikan infrastruktur jalan, penanganan persoalan perkotaan, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Juru Bicara Fraksi NasDem, Muhamat Saleh menilai penyusunan APBD 2027 harus diarahkan pada program-program yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyoroti pelaksanaan MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang disebut menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp. 5 triliun.

Menurutnya, besarnya angka perputaran ekonomi tersebut perlu diikuti dengan laporan yang jelas mengenai dampaknya terhadap perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah. Potensi besar KEK Mandalika harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi sektor pertanian, UMKM, perdagangan, jasa, perikanan, ekonomi kreatif, serta investasi lokal.

“Angka perputaran ekonomi yang besar tentu membangun ekspektasi masyarakat. Jadi, perlu ada laporan yang jelas mengenai dampak MotoGP terhadap potensi ekonomi dan pembangunan daerah,” kat saleh saat penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Ranperda APBD Lombok Tengah Tahun Anggaran 2027 pada rapat paripurna, Senin (19/10/2026).

Selain sektor pariwisata, pihaknya menaruh perhatian terhadap kondisi pembangunan desa yang dinilai menghadapi tantangan akibat pemangkasan Dana Desa (DD). Ia memandang desa merupakan salah satu fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, keterbatasan anggaran desa perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan APBD 2027.

“Pemerintah daerah harus memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan desa, termasuk mengembangkan potensi Pendapatan Asli Desa (PADes), agar pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, di sektor infrastruktur, pihaknya mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan jalan. Meski demikian, pemerintah daerah diminta lebih cermat menentukan skala prioritas dengan mengutamakan pemeliharaan dan perbaikan jalan di setiap kecamatan, khususnya jalur penghubung antardesa dan antarkecamatan.

“Kami menilai kondisi jalan masih menjadi salah satu keluhan masyarakat yang kerap disampaikan dalam agenda reses maupun pertemuan langsung dengan warga,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya menyoroti persoalan pengangguran dan kebutuhan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Ia menilai, angka pengangguran tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga berpotensi dipengaruhi oleh ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.

“Kami turut menyinggung informasi mengenai sekitar 10 ribu warga Loteng yang bekerja sebagai tenaga kerja migran setiap tahun. Apabila angka ini terkonfirmasi, perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kemampuan daerah menyediakan lapangan kerja bagi masyarakatnya,” tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi capaian kenaikan PAD yang dalam data pemerintah hingga 2026 tercatat sebesar 22,99 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Meski demikian, masih terdapat sumber pendapatan yang perlu digarap secara lebih maksimal, salah satunya retribusi parkir.

“Kami menegaskan pentingnya penyusunan APBD 2027 yang tidak hanya berorientasi pada perencanaan anggaran, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” terangnya.

Sejumlah isu yang disoroti, mulai dari pembangunan desa, perbaikan jalan, penataan Praya, penciptaan lapangan kerja, hingga optimalisasi PAD, diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan pembangunan tahun anggaran mendatang.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus diperkuat, sehingga setiap kebijakan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan secara berkelanjutan,” tandasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *