LOMBOK TENGAH — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Muhammad Akhyar menggelar kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Minggu (07/06/2026).
Kehadiran politisi dari Fraksi Partai Golkar ini dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari isu ketenagakerjaan, pendidikan, hingga pemerataan dana hibah.
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan langsung keluh kesah dan harapan mereka kepada wakil rakyat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua BPD Desa Pelambik, Lalu Mustajab Aziz, menyoroti tingginya potensi pemuda desa yang saat ini belum mendapatkan lapangan pekerjaan. Ia berharap pemerintah daerah dapat menginisiasi pelatihan kerja yang aplikatif.
“Kami berharap ada program pelatihan seperti perbengkelan dan keterampilan lainnya. Setelah dilatih, mereka juga perlu dibina agar benar-benar bisa mandiri dan membuka usaha sendiri,” kata Lalu Mustajab.
Tidak hanya pemuda, Lalu Mustajab juga mengusulkan adanya program pembinaan bagi ibu-ibu rumah tangga dalam sektor kerajinan lokal, termasuk bantuan dalam hal pemasaran produk ke depannya.
Aspirasi terkait sektor pendidikan disampaikan oleh Wakil BPD, Marjuni. Pihaknya memohon fasilitasi bantuan pembangunan sarana dan prasarana untuk Yayasan Nurul Wathan (NW) Pelambik, serta pengadaan kendaraan operasional guna menunjang kebutuhan yayasan.
Sementara itu, nada kritis disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Rudi Hartono. Ia menyoroti distribusi dana hibah untuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang digelontorkan oleh Pemda Lombok Tengah yang dinilai belum merata.
“Kami meminta dana hibah itu dibagi secara merata dan tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi tertentu. Khususnya untuk organisasi NW, kami menilai langkah Pemda terkesan sepihak dan menganaktirikan keberadaan NW, baik itu Pemuda NW maupun PCNW yang ada di Lombok Tengah,” tegasnya.
Di sisi lain, kelompok Muslimat desa setempat juga menyelipkan harapan agar mereka dibantu dalam pengadaan seragam Muslimat dan alat musik qasidah guna menunjang kegiatan mingguan seperti yasinan dan pengajian akbar.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Lalu Muhammad Akhyar, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga Desa Pelambik.
Terkait potensi pemuda, ia mengakui bahwa pemuda di Desa Pelambik memiliki keahlian yang mumpuni didukung dengan kondisi alam yang menjanjikan. Ia menjelaskan bahwa ruang pelatihan kerja sebenarnya telah dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
“Lombok Tengah ini sekarang bergerak di sektor pariwisata. PAD terbesar kita bersumber dari sana, baik hotel, restoran, maupun akomodasi lainnya. Peluang ini yang harus ditangkap. Aspirasi ini tentu akan kami sampaikan dan koordinasikan dengan OPD terkait di Pemda,” jelasnya.
Mengenai Yayasan NW Pelambik, Akhyar menegaskan bahwa dunia pendidikan akan menjadi salah satu prioritasnya ke depan. Ia memuji yayasan yang berdiri sejak tahun 1997 tersebut karena telah sukses mencetak generasi berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Peningkatan sarana dan prasarana di yayasan ini akan kami ikhtiarkan bersama untuk dikawal ke pemerintah daerah,” imbuhnya.
Terakhir, menanggapi persoalan dana hibah OKP yang dinilai tebang pilih, politisi Golkar ini menegaskan komitmennya untuk membawa masalah tersebut ke ranah kelembagaan DPRD.
“Soal hibah ini, sudah menjadi kewajiban kami secara kelembagaan untuk menyampaikan dan mengevaluasi terkait pola serta distribusinya. Kita ingin memastikan bahwa hibah daerah ke depan bisa menyasar dan menyentuh semua OKP yang ada di Lombok Tengah secara adil,” pungkasnya. |df
