Career Expo 2026 Poltekpar Lombok Buka 2.420 Peluang Kerja

LOMBOK TENGAH – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok kembali memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui penyelenggaraan Career Expo 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Beyond Regulation: Your Gateway to the Industrial” tersebut menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan berbagai perusahaan maupun institusi industri.

Career Expo 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang pencarian kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Ketua Panitia Career Expo 2026, Fahman Totoki, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada mahasiswa dan alumni terhadap informasi peluang kerja sekaligus memahami kebutuhan dunia industri.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa. Justru menjadi awal perjalanan baru untuk memasuki dunia profesional, membangun karier, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh posisi yang tepat di dunia industri,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menjelaskan, Career Expo 2026 diselenggarakan melalui kerja sama dengan pusat pengembangan karier pariwisata dan berbagai institusi yang memiliki hubungan erat dengan dunia industri.

Menurutnya, peserta tidak hanya diharapkan memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan, tetapi juga memahami proses rekrutmen, kompetensi yang dibutuhkan, serta peluang pengembangan karier.

Career Expo 2026 diikuti 25 institusi dan perusahaan, dengan total sekitar 2.420 peluang pekerjaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 270 peluang kerja berasal dari institusi dalam negeri, sedangkan sekitar 2.250 peluang lainnya berasal dari perusahaan atau institusi luar negeri.

Peluang kerja tersebut sebagian besar diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan kompetensi di bidang pariwisata dan industri terkait.

Sementara ituH. Isnan Taufik, Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Career Expo 2026 yang dinilai menjadi salah satu bentuk konkret kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri.

Dalam sambutan Pemprov NTB disebutkan, keberadaan Career Expo memiliki peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, adaptif, demokratis, dan berdaya saing.

“Career Expo bukan sekadar kegiatan pencari kerja. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kompetensi, kebutuhan industri, dan peluang kerja dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemprov NTB juga menilai kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi triple helix, yakni kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri.

Melalui kolaborasi tersebut, lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya memiliki ijazah dan kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman, keterampilan, kemampuan komunikasi, etos kerja, serta pemahaman terhadap aturan dan standar industri.

Kepada mahasiswa, alumni dan pencari kerja, Pemprov NTB mengajak agar Career Expo dimanfaatkan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga sebagai kesempatan mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, dan menemukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat.

Direktur Poltekpar Lombokk Dr Ali Muhtasom menegaskan bahwa penguatan sumber daya dosen menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas proses pendidikan, khususnya pembelajaran yang memiliki diferensiasi sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.

Salah satu langkah yang dilakukan Poltekpar Lombok adalah mengembangkan Teaching Industrial Learning Center.

Melalui konsep tersebut, pengalaman belajar mahasiswa tidak berhenti pada teori dan praktik di laboratorium. Mahasiswa juga diarahkan untuk mendapatkan pengalaman bekerja secara langsung dalam lingkungan industri.

“Kalau sebelumnya kita mengenal learning by doing, sekarang learning by doing itu kita geser ke teaching factory. Di laboratorium program studi, mahasiswa mendapatkan pembelajaran dengan standar internasional sekaligus standar industri,” ujar Direktur Poltekpar Lombok.

Menurutnya, melalui Teaching Industrial Learning Center, mahasiswa diarahkan pada konsep working to learn, yakni belajar melalui pengalaman bekerja secara langsung.

Mahasiswa tidak hanya belajar menghadapi situasi simulasi, tetapi juga berhadapan dengan tamu, memberikan pelayanan, memahami kebutuhan konsumen hingga menghadapi komplain secara langsung.

“Di sana mahasiswa sudah working to learn. Mereka bekerja sekaligus belajar, melayani tamu secara langsung, menghadapi komplain tamu secara langsung. Inilah bentuk tanggung jawab kami untuk menjawab kebutuhan industri,” katanya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja.

Karena itu, pelaksanaan Career Expo 2026 juga diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan dan industri untuk mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Harapan kami, Bapak-Ibu dari industri tinggal memilih dan mencocokkan. Oh, ini memang yang saya cari. Tidak perlu terlalu banyak pertanyaan lagi karena proses pembelajarannya sudah kami arahkan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

DR Ali menambahkan, penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri akan terus dilakukan. Salah satunya dengan melibatkan alumni yang telah bekerja di berbagai hotel maupun sektor industri pariwisata.

Pengalaman alumni di dunia kerja diharapkan dapat menjadi masukan bagi kampus dalam mengembangkan proses pembelajaran agar semakin relevan dengan perkembangan industri.

Poltekpar Lombok juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk industri makanan dan layanan penerbangan.

Mahasiswa, khususnya dari program studi Seni Kuliner, nantinya diharapkan dapat memahami standar makanan yang diterapkan pada industri penerbangan melalui keterlibatan langsung pihak industri dalam proses pembelajaran.

“Kami juga akan mengundang pihak industri untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa seni kuliner, mengenai standar makanan di pesawat. Dengan begitu, dosen juga bisa menyesuaikan proses pembelajaran dengan standar yang diterapkan industri,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, Poltekpar Lombok siap menyiapkan lulusan sesuai standar yang dibutuhkan.

“Kalau ada industri yang membutuhkan 10 orang, kami sudah siap. Karena standarnya sudah kami sesuaikan, sudah match. Harapan kami proses ini terus berjalan,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antara kampus dan industri juga tidak boleh berhenti pada pelaksanaan Career Expo. Kolaborasi dapat diperluas melalui kehadiran dosen tamu, praktisi industri, kerja sama pembelajaran, maupun berbagai bentuk kegiatan lainnya.

“Harapan kami bukan hanya sekadar link and match, tetapi benar-benar terjadi micro match, sehingga ketika kompetensi yang dibutuhkan industri sudah kami sesuaikan, akan semakin sulit untuk terlepas. Inilah yang terus kami bangun,” ungkapnya.

Melalui Career Expo 2026, Poltekpar Lombok berharap jumlah perusahaan dan peluang kerja yang tersedia terus meningkat. Kehadiran puluhan perusahaan dengan ribuan peluang pekerjaan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri sekaligus memperluas akses kerja bagi mahasiswa dan lulusan.

“Terima kasih kepada Bapak-Ibu yang hari ini sudah hadir. Mudah-mudahan jumlah perusahaan dan peluang kerja terus bertambah. Karena kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus memastikan lulusan kita benar-benar terserap oleh industri,” pungkasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *