LOMBOK TENGAH – Persoalan limbah PDAM yang diduga mencemari sungai, penanganan sampah, hingga kebutuhan perbaikan saluran irigasi menjadi aspirasi utama masyarakat Dusun Toro, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, saat kegiatan reses politisi Golkar sekaligus Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, Lalu Muhamad Akhyar, Rabu (04/11/2026).
Dalam reses masa sidang pertama tahun 2026-2027 tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan dan pertanian yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Dusun Toro, Pahmi, mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayahnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Bahkan, sekitar 78 persen penduduk Dusun Toro merupakan petani dengan luas lahan pertanian mencapai kurang lebih 1.080 hektare.
“Sejumlah saluran irigasi saat ini mengalami hambatan sehingga membutuhkan perbaikan, agar distribusi air ke lahan persawahan kembali berjalan optimal,” kata Pahmi.
Selain persoalan pertanian, Pahmi juga menyoroti kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat sampah yang dibuang ke sungai dan saluran irigasi.
Ia mengatakan, sampah yang terus menumpuk dan terbawa aliran air menjadi persoalan serius karena berpotensi mengganggu fungsi sungai maupun saluran irigasi.
Pihaknya berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, mulai dari bak sampah di setiap dusun hingga armada pengangkut sampah yang dapat menjangkau permukiman warga.
Persoalan lain yang menjadi perhatian serius masyarakat adalah limbah PDAM yang selama ini dikeluhkan warga karena diduga berdampak terhadap pencemaran sungai.
Ia mengungkapkan, masyarakat telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak PDAM melalui pemerintah desa, hanya saja belum mendapatkan penyelesaian yang maksimal.
“Semoga ada solusi konkret melalui pembangunan tempat penampungan limbah PDAM agar limbah tersebut dapat dikelola dan diolah kembali, salah satunya menjadi bahan pembuatan batu bata,” harapnya.
Sementara itu, aspirasi lainnya disampaikan Nurlaela, Kepala PAUD Aifa Ceria. Ia berharap adanya perhatian terhadap pembangunan tembok dinding serta penataan lingkungan sekolah.
Usulan tersebut dinilai penting karena kondisi lingkungan sekolah membutuhkan pembenahan, terutama ketika memasuki musim penghujan.
Menanggapi hal tersebut, Lalu Muhamad Akhyar menegaskan, persoalan limbah PDAM, sampah, dan pertanian merupakan kebutuhan masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama.
Ia mengaku prihatin terhadap persoalan limbah PDAM yang menurutnya telah berlangsung cukup lama dan belum menemukan penyelesaian yang tuntas.
Ia mengatakan, keberadaan PDAM memang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun di sisi lain, pengelolaan limbahnya juga tidak boleh mengorbankan lingkungan dan kehidupan warga di sekitar aliran sungai.
“PDAM memang menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Tetapi di sisi lain, persoalan limbah ini juga menjadi beban bagi masyarakat sekitar. Ini sudah berlangsung puluhan tahun dan harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pencemaran sungai telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang sebelumnya memanfaatkan aliran sungai untuk mandi, mencuci, hingga mendukung kegiatan pertanian.
Karena itu, ia berharap pihak PDAM bersama pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi dan mencari solusi teknis terhadap pengelolaan limbah agar tidak terus menimbulkan persoalan lingkungan.
Kemudian, ia juga memberikan perhatian terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Dusun Toro. Pihaknya mendukung upaya masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Bahkan, dirinya menyatakan siap membantu memfasilitasi pengadaan armada pengangkut sampah untuk mendukung sistem pengelolaan sampah di dusun tersebut.
“Saya pribadi siap membantu masyarakat mengatasi persoalan sampah ini. Kita akan upayakan armada pengangkut sampah, tinggal masyarakat menyiapkan siapa yang akan menjadi penanggung jawab dalam pengelolaannya,” ungkapnya.
Tidak hanya armada pengangkut, Akhyar juga menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi pembangunan tempat penampungan sampah di Dusun Toro. Ia berharap masyarakat dapat menyiapkan lahan berukuran sekitar 2 x 3 meter sebagai lokasi penampungan sementara. Sementara kebutuhan material pembangunannya akan diupayakan untuk difasilitasi.
“Kami mengajak masyarakat mulai membiasakan pengelolaan sampah rumah tangga dengan memilah dan mengemas sampah sebelum dibuang ke tempat penampungan yang disediakan,” ujarnya.
“Kita ingin Dusun Toro ini menjadi dusun percontohan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kalau masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama, persoalan sampah ini tentu bisa kita atasi,” sambungnya.
Sementara itu, untuk sektor pertanian, saat ini luas lahan pertanian sekitar 1.080 hektare, sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat setempat. Lahan pertanian tersebut tersebar sekitar 700 hektare di wilayah timur, sementara sisanya berada di wilayah barat.
“Perbaikan saluran irigasi yang mengalami hambatan perlu menjadi perhatian agar lahan persawahan masyarakat tetap produktif dan mampu menghasilkan panen secara optimal,” terangnya.
Ia juga menegaskan, program pembangunan dan dukungan terhadap sektor pertanian perlu terus diperjuangkan karena menyangkut kepentingan ekonomi masyarakat secara luas.
“Semua aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami. Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama, baik masyarakat, pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Kita ingin program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. |df
