Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus mempercepat realisasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) sebagai salah satu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Hingga saat ini, sebanyak 15 KDPM telah rampung sepenuhnya dan siap memasuki tahap operasional setelah sarana pendukung selesai disiapkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Loteng, Ikhsan, mengatakan proses pembentukan koperasi di sejumlah desa berjalan sesuai target. Saat ini pemerintah daerah memusatkan perhatian pada penyediaan sarana dan prasarana, termasuk gerai koperasi yang nantinya menjadi pusat kegiatan usaha masyarakat.

“Untuk 15 KDPM sudah final seratus persen. Saat ini tinggal menunggu sarana prasarana maupun gerai yang akan menjadi pusat aktivitas koperasi. Sedangkan desa-desa lainnya masih dalam tahap progres penyelesaian,” ujar Ikhsan.

Ia menjelaskan, keberadaan gerai koperasi menjadi bagian penting dalam mendukung operasional KDPM. Gerai tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan anggota, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat serta wadah pemasaran produk-produk unggulan desa.

Menurut Ikhsan, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memiliki wadah bersama untuk mengembangkan usaha, memperkuat permodalan, meningkatkan produktivitas, hingga memperluas akses pasar bagi produk lokal.

“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa. Tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai unit usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing desa,” katanya.

Ia menilai, potensi ekonomi di desa-desa Lombok Tengah sangat besar, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga usaha mikro dan industri rumahan. Kehadiran KDPM diharapkan mampu menghubungkan seluruh potensi tersebut dalam sebuah sistem usaha yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kesejahteraan anggota, koperasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Ikhsan mengungkapkan, secara umum proses pembentukan KDPM di Kabupaten Lombok Tengah berjalan cukup baik. Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa, pengurus koperasi, masyarakat, serta berbagai instansi terkait yang aktif mendorong percepatan pembentukan koperasi di setiap wilayah.

Menurutnya, sinergi yang terbangun menjadi modal penting agar seluruh target pembentukan koperasi dapat segera diselesaikan. Pemerintah daerah optimistis desa-desa yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian akan segera menyusul hingga seluruh KDPM di Lombok Tengah dapat beroperasi.

Setelah seluruh koperasi terbentuk, pemerintah juga akan memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, pengelolaan administrasi dan keuangan, hingga penyusunan strategi bisnis agar koperasi mampu berkembang secara profesional.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Lombok Tengah berharap Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan produktif.

Program ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke pelosok Kabupaten Lombok Tengah.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita yang lebih investigatif atau bergaya media nasional dengan judul yang lebih provokatif. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *