Pansus I DPRD Loteng Tinjau Sumber Mata Air Aik Bone

LOMBOK TENGAH – Keseriusan DPRD Lombok Tengah (loteng) dalam memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara tepat kembali ditunjukkan. Melalui Panitia Khusus (Pansus) I Komisi II, jajaran legislatif turun langsung meninjau sumber mata air Aik Bone di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, sebagai bagian dari pembahasan rencana penyertaan modal kepada Perumdam Tirta Ardhia Rinjani.

Kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. DPRD ingin melihat secara langsung kondisi sumber air yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pelayanan air bersih bagi ribuan pelanggan PDAM di wilayah utara Lombok Tengah. Hasil peninjauan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan apakah tambahan modal dari pemerintah daerah layak diberikan.

Ketua Pansus I DPRD Loteng, Murdani mengatakan, sumber mata air Aik Bone memiliki kapasitas sekitar 70 liter per detik. Debit tersebut selama ini menjadi salah satu andalan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurutnya, penyertaan modal tidak boleh hanya didasarkan pada laporan administrasi, tetapi juga harus didukung fakta di lapangan mengenai kondisi infrastruktur dan potensi sumber daya air yang dimiliki perusahaan daerah tersebut.

“Kami ingin memastikan langsung bagaimana kondisi sumber mata air, berapa kapasitas produksinya, dan sejauh mana potensi pengembangannya. Semua ini menjadi bagian penting dalam pembahasan kelayakan penyertaan modal kepada PDAM,” ujar Murdani.

Ia mengakui, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi tata kelola perusahaan maupun kualitas sumber daya manusia. Namun demikian, DPRD juga melihat adanya perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, sejak 2022 hingga 2025, kinerja perusahaan menunjukkan tren peningkatan, terutama dari sisi pendapatan yang terus membaik seiring berbagai upaya pembenahan internal.

“Kita tidak menutup mata masih ada persoalan tata kelola maupun SDM. Tetapi kita juga harus objektif melihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir ada kemajuan. Pendapatan meningkat dan perusahaan terus berbenah. Kalau nanti ada tambahan modal, tentu harus dibarengi komitmen memperkuat tata kelola agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, Murdani menegaskan DPRD belum mengambil keputusan final terkait penyertaan modal tersebut. Saat ini pembahasan masih berlangsung di tingkat pansus dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis, keuangan, hingga manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah, Bambang Supratomo, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah mengusung tiga agenda besar dalam pengembangan layanan air minum.

Prioritas pertama adalah memperluas cakupan pelayanan air bersih. Hingga saat ini, layanan PDAM baru menjangkau sekitar 14 persen masyarakat Lombok Tengah atau sekitar 53 ribu hingga 54 ribu pelanggan.

Menurut Bambang, angka tersebut masih jauh dari harapan mengingat kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih terus meningkat setiap tahun.

“Cakupan pelayanan kita masih sekitar 14 persen. Artinya masih sangat banyak masyarakat yang belum menikmati layanan air bersih dari PDAM. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus kita tuntaskan secara bertahap,” jelasnya.

Selain memperluas jaringan pelanggan, PDAM juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan melalui perbaikan mutu air, kontinuitas distribusi, dan kapasitas pasokan.

Namun upaya tersebut tidak lepas dari tantangan besar berupa usia jaringan perpipaan yang sebagian besar sudah puluhan tahun.

Bambang mengungkapkan, terdapat jaringan pipa yang dibangun sejak tahun 1976 dan hingga kini belum pernah mengalami penggantian. Bahkan sebagian jalur pipa kini berada di bawah badan jalan maupun permukiman warga sehingga menyulitkan proses perawatan dan meningkatkan risiko kebocoran.

“Kondisi ini membuat revitalisasi jaringan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Kalau jaringan tidak diperbaiki, pelayanan kepada masyarakat akan sulit ditingkatkan secara maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, penyertaan modal dari pemerintah daerah akan sangat membantu percepatan modernisasi infrastruktur, mulai dari penggantian jaringan pipa tua hingga pengembangan sistem distribusi air ke wilayah yang belum terlayani.

Di sisi lain, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani juga menargetkan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perusahaan tidak hanya memiliki fungsi pelayanan publik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah.

“PDAM memiliki dua tanggung jawab besar, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD. Untuk mencapai target tersebut tentu dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, sehingga dukungan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” pungkas Bambang.

Melalui pembahasan penyertaan modal yang sedang berlangsung, DPRD berharap lahir keputusan yang tidak hanya memperkuat kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga mampu mempercepat pemerataan layanan air bersih bagi masyarakat Loteng.

Dengan tata kelola yang semakin baik dan dukungan investasi yang memadai, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih sekaligus menjadi BUMD yang sehat, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *