LOMBOK TENGAH – Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, menerima kunjungan Tim Penilai Nasional dalam rangka Verifikasi dan Klarifikasi Lapangan Penjaringan Desa Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., Ketua Tim Penilai Dr. Rudiarto Sumarwono beserta jajaran, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB Ir. Lalu Hamdi, M.Si., sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat Pringgarata Lalu Winata Kusuma, S.T., Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Desa Bilebante Asrok Mudailun, S.Ag beserta jajaran, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB menjelaskan bahwa Program Desa Berdaya diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui penguatan potensi desa, khususnya sektor ketahanan pangan dan pariwisata. Sebanyak 257 desa mendapatkan bantuan khusus untuk mengembangkan potensi sesuai tema prioritas, meliputi pangan, pariwisata, dan lingkungan hidup.
Ia berharap pengembangan Desa Bilebante mampu memberikan dampak positif yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Tengah.
Sementara itu, Sekda Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Desa Bilebante yang dipercaya mewakili daerah hingga ke tingkat nasional.
Sekda juga mengulas perjalanan Desa Bilebante yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Berawal dari inisiatif masyarakat untuk mengembangkan potensi desa, Bilebante kini tumbuh menjadi desa wisata hijau yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Semoga Desa Bilebante mampu memberikan hasil terbaik dan meraih juara pertama di tingkat nasional,” harapnya.
Ketua Tim Penilai Nasional, Dr. Rudiarto Sumarwono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan capaian Desa Bilebante. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada inovasi yang telah dikembangkan, tetapi juga pada keberlanjutan serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Inovasi memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana inovasi tersebut dapat terus berjalan dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat potensi wisata desa sebagai aset berharga bagi generasi mendatang. Pengembangan pariwisata diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Usai kegiatan penyambutan, tim penilai melanjutkan agenda dengan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi untuk melihat pelaksanaan program dan inovasi Desa Bilebante. Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan menikmati aneka kuliner khas masyarakat di Pasar Tematik Bilebante.
Melalui penilaian tingkat nasional ini, Desa Bilebante diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai desa wisata hijau yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. |df
