LOMBOK TENGAH – Viralnya video Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin yang dikenal dengan panggilan Haji Iron memantik gelombang polemik di tengah masyarakat, terkait insiden di Teluk Ekas (sebagian ada yang menyebutnya sebagai Teluk Awang) beberapa waktu lalu. Hal itu mendapat tanggapan dari Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Ki Agus Azhar.
“Bupati Lotim ini lupa, pasar Jelojok itu mungkin 60 persen yang berjualan itu semeton-semeton dari Lotim. Tapi kita kan santai saja, masyarakat cari rezeki itu bisa dimana saja, tidak perlu dibeda-bedakan,” kata Ki Agus Azhar, kemarin.
Anggota fraksi NasDem ini juga memberi contoh bagaimana Loteng sangat bisa menerima situasi terkait yang dianggap mirip situasi dengan yang dipermasalahkan oleh Bupati Lombok Timur.
“Kita pas ada MotoGP, penonton kan banyak yang tidak menginap di Loteng. Tidak cuma di Mataram, Senggigi atau Gili Trawangan, kan banyak yang nginap, bahkan di Bali. Apakah kita ngamuk ?, malah itu kita jadikan evaluasi diri, kita harus cek sarana pendukung agar wisatawan mau nginap,” terangnya.
Untuk itu, ia menyarankan untuk hal-hal seperti itu agar Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan Pemda Loteng.
“Apa salahnya kontak saja Dinas Pariwisata Loteng, bicarakan baik-baik biar kita semua sama-sama maju,” pungkasnya. |df

