LOMBOK TENGAH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan relokasi terhadap Sekolah Dasar (SD) Berangkat di wilayah Desa Beleka Kecamatan Praya Timur.
Sebab, kondisi sekolah yang dinilai tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar, kemudian SD ini juga setiap tahun menjadi langganan banjir. Hal itu disampaikan anggota DPRD Loteng, Tarip, kemarin.
Politisi PKB Dapil Pujut-Praya Timur tersebut mengatakan, pihaknya mendesak Pemda untuk segara merespon usulan masyarakat, terkait relokasi terhadap SD Berangah ke lokasi lahan Pemda di wilayah selatan. Alasannya, SD Berangah sudah tidak strategis, serta berdekatan dengan SD Beleka, sehingga menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan sering terjadi tawuran antar pelajar.
“Ini harus segera diatensi Pemda. Saya harap relokasi tahun ini bisa dilakukan. Mengingat kriteria sudah sangat layak sekali,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Belaka Daye, Senang Haris menyatakan, pihaknya sudah melayangkan permohonan relokasi ke Pemda. Namun hingga sekarang belum ada solusi yang terbaik.
Ia menegaskan, banyak persoalan yang timbul karena dua SD ini berdekatan. Selain sudah menimbulkan persaiangan tidak sehat antara SD Berangah dengan SD Beleka. Disatu sisi, kondisi SD Berangah ini juga sudah sangat tidak layak ditempati.
“Ini harus segera di atensi. Jika tidak, tentu dunia pendidikan di wilayah kami bakal tercoreng” terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Disdikbud, Jumadi menyatakan, kalau melihat jumlah siswa di dua sekolah ini memang diatas rata-rata.
“Memang dilematis keberadaan sekolah ini. Karena murid dua sekolah ini bersumber dari wilayah yang sama,” ucapnya.
Ia menegaskan, dalam mengelola pendidikan ini tentu memiliki aturan. Sehingga, untuk menyelesaikan segala persoalan harus memerlukan kajian-kajian dari semua pihak.
“Sebenarnya solusi paling dekat adalah dua SD ini di marjer. Karena, tinggal tembok dua SD ini di robohkan saja,” pungkasnya. |df

