Sebanyak 49 Gerai Koperasi Merah Putih Telah Dibangun

LOMBOK TENGAH – Sejauh ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) mencatat sebanyak 49 desa telah membangun gerai Koperasi Merah Putih. Pembangunan gerai tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian desa melalui koperasi.

Dari total 154 desa yang direncanakan memiliki gerai Koperasi Merah Putih, sebanyak 49 gerai telah berhasil dibangun dan mulai berproses untuk beroperasi. Sementara desa lainnya masih dalam tahap persiapan dan pembangunan.

Kadis Koperasi dan UMKM Loteng, Ihksan menyebutkan, progres pembangunan gerai Koperasi Merah Putih saat ini telah mencapai sekitar 10 hingga 20 persen secara keseluruhan.

“Pembangunan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan desa dan dukungan anggaran yang tersedia,” kata Ihksan.

Ia menegaskan, pembangunan Koperasi Merah Putih ini dikerjakan oleh satu perusahaan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah, hanya bertindak sebagai penerima manfaat tanpa terlibat dalam proses penunjukan kontraktor.

“Informasinya, di seluruh Indonesia hanya satu perusahaan yang mengerjakan,” ujarnya.

Adapun anggaran pembangunan Koperasi Merah Putih di masing-masing desa mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan penguatan sektor koperasi di tingkat desa.

Ia mengaku, untuk jenis usaha yang akan dijalankan Koperasi ini kedapanya, pengelola menyesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

“Sangat tergantung pada kepiawaian pengelola dalam melihat dan mengidentifikasi potensi yang ada di desa masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kepala desa tidak diperkenankan sembarangan menentukan jenis usaha koperasi, karena Dinas Koperasi dan UMKM telah menyiapkan platform usaha yang sesuai. Jenis usaha tersebut meliputi gerai sembako, apotek, klinik desa, unit simpan pinjam, serta pergudangan dan logistik.

“Apa yang harus mereka lakukan dan usahakan, semuanya akan tersusun di dalam rencana bisnis mereka. Rencana itu nanti akan dinilai oleh kepala desa, kemudian disetujui dan diajukan ke bank,” paparnya.

Untuk kelancaran usaha tersebut, lajutnya pihaknya juga tengah memberikan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) Kopdes Merah Putih. Langkah ini dilakukan agar koperasi yang dibentuk dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami akan melakukan pendampingan melalui peningkatan kapasitas SDM. Hampir seluruh pengurus saat ini sudah mendapatkan pelatihan,” tandasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *