Kodim Loteng Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi di Desa Tanak Awu

LOMBOK TENGAH – Guna memastikan roda pertanian berjalan maksimal, Kodim 1620/Loteng melaksanakan pengawasan melekat terhadap penyaluran pupuk bersubsidi bagi Kelompok Tani (Poktan) di Dusun Tatak, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (10/01/2026).

Langkah itu sebagai upaya untuk menjamin distribusi Sarana Produksi Pertanian (saprodi) berjalan transparan, adil dan tepat sasaran dari para pengecer untuk di salurkan ke Poktan.

“Pupuk adalah urat nadi petani. Kita harus kawal distribusinya agar benar-benar sampai ke tangan yang berhak, sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok tani secara merata,” kata Babinsa Tanak Awu, Sertu Heri Karyawan.

Selain memastikan distribusi tepat sasaran, pihaknya juga mengawal langsung penyaluran pupuk urea dan NPK sebanyak 99 ton pupuk bersubsidi yang disalurkan melalui pengecer UD Kurnia Dusun Tatak ke 15 Poktan. Untuk saat ini baru tersalurkan sebanyak 20 ton pupuk urea dan 20 ton pupuk NPK.

Menurutnya, pengawasan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya strategis untuk mencegah terjadinya penyimpangan distribusi di tingkat bawah.

Sebagai ujung tombak TNI di tingkat desa, Babinsa memiliki peran vital dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

“Pengawasan yang intensif ini diharapkan mampu meminimalisir kendala di lapangan terkait penyaluran pupuk subsidi sehingga proses tanam para petani tidak terhambat,” terangnya.

Indikator keberhasilan pengawasan ini meliputi, akurasi data penyaluran sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan untuk Poktan dan transparansi proses pembagian dilakukan secara terbuka di hadapan pengurus kelompok, serta keadilan menjamin tidak ada tebang pilih dalam distribusi pupuk di Dusun Tatak.

Targetnya adalah ketahanan pangan berkelanjutan. Peran aktif Babinsa ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat petani. Dengan ketersediaan pupuk yang terjamin, produktivitas hasil pertanian di wilayah Tanak Awu optimis dapat meningkat secara signifikan.

“Melalui pendampingan yang terukur dan terarah ini, kami ingin memastikan ketahanan pangan di wilayah ini berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani kita,” tandasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *