BLK Loteng Mulai Terapkan Pelatihan Berbasis PBL

LOMBOK TENGAH – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Tengah (Loteng) saat ini mulai menerapkan pelatihan berbasis Project Based Learning (PBL).

Untuk pola ini, pihak BLK mulai membuka pelatihan untuk dua kategori, yakni Digital Office Administration berbasis Google Workspace dan pembuatan konten visual untuk sosial media.

Kepala UPTD BLK Loteng, Dedet Zelthauzallam menyampaikan, pelatihan berbasis PBL di BLK ini merupakan pelatihan yang berfokus pada pembelajaran melalui proyek nyata. Artinya, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan tantangan industri, bahkan berpotensi untuk magang.

“Pelatihan yang kita lakukan saat ini mengikuti kebijakan dari Kemenaker RI, sehingga kita mencoba melaksanakan pelatihan PBL yang berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya, karena ini bagian dari kombinasi online, offline dan pemagangan,” kata Dedet Zelthauzallam, Kamis (13/08/2025) kemarin.

Untuk pelatihan kali ini, pihak BLK membuka dua jenis pelatihan yakni Digital Office Administration berbasis Google Workspace dan pembuatan konten visual untuk sosial media. Pelatihan dengan system PBL ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan mendorong mereka untuk berfikir kreatif ditengah perkembangan tekhnologi yang ada saat ini.

“Harapannya dengan pelatihan ini supaya kedepan peserta yang kita latih lebih welcome dengan tekhnologi. Kenapa dua jenis pelatihan ini kita maksimalkan tidak terlepas juga untuk bagaimana mengimbangi kemajuan tekhnologi,” terangnya.

Menurutnya, pembuatan konten visual untuk sosial media ini salah satunya perlu masyarakat dilatih, mengingat saat ini berbagai hal banyak yang viral tanpa melalui proses penyaringan oleh masyarakat.

“Jadi selama ini keberadaan medsos tanpa memikirkan dampak dan lain sebagainya tentu ini diberikan pelatihan yang baik,” ujarnya.

Disampaikan juga bahwa PBL ini dianggap sangat relevan dengan era modernisasi saat ini karena menggunakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta pada pusat kegiatan belajar.

“Sistem pelatihan PBL ini sangat relevan dengan kondisi perkembangan tekhnologi yang semakin canggih saat ini,” tandasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *