LOMBOK TENGAH – Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri, menegaskan pentingnya peran posyandu dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan penilaian posyandu tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, keberadaan posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di desa, terutama dalam memantau kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut jumlah kader posyandu di Lombok Tengah saat ini mencapai lebih dari 9 ribu orang. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memikirkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat dukungan bagi para kader di lapangan.
“Peran posyandu ini luar biasa. Mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Karena itu pemerintah harus hadir mendukung,” ujar Pathul Bahri.
Bupati juga mengungkapkan bahwa angka stunting di Lombok Tengah per Oktober 2025 tercatat 9,86 persen, atau setara dengan 8.211 bayi dan balita. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pathul menyebut capaian itu sebagai hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk para kader posyandu yang terus aktif memberikan layanan kesehatan dan edukasi gizi.
“Kami terus memberikan apresiasi pada semua kader posyandu yang terus membantu pemerintah daerah dalam Penurunan stunting ini, ” tuturnya.
Kegiatan penilaian posyandu tingkat provinsi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, sekaligus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan posyandu di Kabupaten Lombok Tengah. |df

