Tekan Stunting, Dikes Loteng Segarkan Kompetensi Nakes Lewat Pelatihan PMBA

LOMBOK TENGAH – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar kegiatan penyegaran (refreshing) Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi tenaga kesehatan se-Loteng. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belcourt Lombok ini mengundang perwakilan bidan, perawat dari setiap Puskesmas, serta para ahli gizi setempat, Rabu, (06/05/2026).

Agenda ini digelar sebagai langkah strategis Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng untuk memperbarui keilmuan, menyamakan persepsi, sekaligus mengoptimalkan edukasi serta praktik gizi bagi bayi dan balita usia 0 hingga 24 bulan di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, dr. Mamang Bagiansyah mengatakan, pemahaman mengenai PMBA sangat krusial, terutama dalam mengawal fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan masa emas pertumbuhan anak.

“Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan pemenuhan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, bergizi, serta aman adalah kunci utama untuk mencetak generasi yang cerdas dan bebas dari stunting,” kata Mamang.

Dijelaskannya, selain berfokus pada materi nutrisi medis, pelatihan ini juga menitikberatkan pada peningkatan keterampilan komunikasi para Tenaga Kesehatan (nakes). Pola edukasi interpersonal yang humanis dinilai lebih efektif dalam mengubah perilaku masyarakat di lapangan.

Ia menegaskan, pencegahan stunting dan perbaikan gizi buruk tidak dapat dicapai hanya melalui instruksi kaku. Diperlukan pendekatan yang lebih hangat dan menyentuh hati, agar pesan edukasi mudah dipahami serta diterapkan oleh para ibu dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penyegaran kompetensi ini, para nakes yang menjadi garda terdepan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih merangkul. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan generasi emas yang sehat, kuat dan bebas dari ancaman stunting,” pungkasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *