Dinilai Tidak Transparan, Warga Selong Belanak Pertanyakan APBDes 2024-2025

LOMBOK TENGAH – Puluhan masyarakat Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendatangi kantor desa setempat, Selasa (09/06/2025). Kegiatan itu sebagai langkah untuk mempertanyakan transparansi dan realisasi pengelolaan alokasi anggaran desa selama dua tahun terakhir.

Salah seorang warga Dusun Rujak Tengah, Lalu Arfan mengatakan, kedatangan mereka bukan untuk melayangkan tuntutan, melainkan menuntut kejelasan mengenai pemanfaatan anggaran pada tahun anggaran 2024 dan 2025.

“Kami ingin mempertanyakan mengenai alokasi anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024 dikemanakan saja dan apa asas manfaatnya untuk masyarakat. Begitu juga dengan tahun 2025,” kata Arpan saat ditemui usai kegiatan hearing.

Menurutnya, selama kurun waktu dua tahun tersebut, masyarakat merasa belum mendapatkan kepastian dan keterbukaan informasi yang jelas dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) terkait realisasi anggaran di lapangan.

Meskipun demikian, warga menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu data-data dan dokumen realisasi anggaran yang telah diberikan oleh pihak Pemdes selama proses hearing berlangsung.

“Langkah cross-check ini dilakukan untuk mencocokkan laporan di atas kertas dengan kondisi riil di lapangan,” terangnya.

Ia menegaskan, gerakan ini tidak akan berhenti setelah hearing selesai. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan di Desa Selong Belanak secara berkelanjutan.

Artinya, jika nanti ditemukan adanya indikasi kejanggalan atau ketidaksesuaian antara pemaparan Pemdes dengan data dokumen serta fakta di lapangan, warga memastikan akan melakukan aksi serupa.

“Ini sudah menjadi komitmen masyarakat untuk tidak berhenti di sini. Ketika ada kejanggalan-kejanggalan yang mungkin nantinya tidak sesuai dengan apa yang dipaparkan, maka kami pasti akan melakukan aksi lanjutan,” tegasnya.

Baginya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan desa. Sebab, masyarakat juga berhak tau mana saja item-item yang dikerjakan oleh Pemdes. Terlebih sejauh ini, pihaknya menilai pengerjaan fisik tidak pernah melibatkan masyarakat, baik dalam pembahasan item pengerjaan maupun kegiatan lainnya.

“Kami juga mengeluhkan minimnya sosialisasi dari Pemdes. Kami tidak tau mana program yang bersumber dari DD ataupun dana aspirasi. Jangan sampai itu tumpang tindih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Selong Belanak, Kadir Jaelani melalui Kaur Keuangan (Bendahara) Desa, Lalu Sugiar Efendi menyampaikan, pagu anggaran yang dikelola desa sebesar Rp. 1,384 miliar di tahun 2024 dan Rp. 1,181 miliar di tahun 2025.

Ia menjelaskan, seluruh program yang berjalan sudah melalui mekanisme dan tahapan regulasi yang berlaku, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) hingga tahapan finalisasi lainnya.

“Hasil musyawarah ini yang menjadi acuan Pemdes dalam menentukan skala prioritas item pengerjaan,” ujarnya.

Disisi lain, aspirasi warga yang menuntut keterbukaan informasi, pihak Pemdes menyambut baik usulan warga dan berkomitmen untuk memasang papan informasi APBDes di setiap dusun mulai tahun anggaran 2026 dan seterusnya, agar masyarakat dapat mengawal langsung pembangunan di desa.

Untuk diketahui, penyerapan alokasi anggaran tersebut diprioritaskan untuk mendanai empat bidang urusan utama, dengan porsi terbesar dialokasikan pada Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa. Langkah ini diambil guna mempercepat pemerataan infrastruktur dasar di tingkat dusun serta mendukung mobilitas ekonomi masyarakat setempat.

Pada tahun anggaran 2024, Pemdes Selong Belanak berhasil mengeksekusi sedikitnya 21 paket kegiatan fisik di berbagai kluster wilayah dusun dengan total realisasi mencapai Rp. 910.186.600. Seluruh program tersebut dilaporkan telah rampung atau terselesaikan seratus persen.

Prioritas pembangunan fisik tahun 2024 didominasi oleh sarana konektivitas pertanian berupa pengerasan dan rabat jalan usaha tani. Jalur distribusi logistik ini dibangun di sejumlah titik strategis seperti Dusun Rujak Tengah sepanjang 175 meter, Dusun Kapal 95 meter, Dusun Jabon 65 meter, Dusun Rujak Praye 56 meter, Dusun Jowet Timur 121 meter, Dusun Jowet Barat 74 meter, serta Dusun Lengkok Dalem 100 meter.

Selain infrastruktur jalan, anggaran juga terserap untuk penguatan sarana lingkungan permukiman dan fasilitas air bersih warga. Di antaranya meliputi pembuatan drainase sepanjang 100 meter di Dusun Tomang-Omang, pemasangan plat beton, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di Dusun Dasan Baru dan Lengkok Dalem, serta pengeboran tiga unit sumur bor yang masing-masing ditempatkan di Dusun Jabon, Jowet Barat dan Selong Belanak.

“Guna menerangi akses jalan lingkungan, sebanyak 59 unit lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PLTS) juga dipasang secara merata di wilayah pemukiman,” papar Lalu Sugiar Efendi.

Memasuki tahun anggaran 2025, program pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan secara berkesinambungan dengan menyerap anggaran belanja fisik sebesar Rp. 798.085.792 yang mencakup 15 paket kegiatan utama.

Fokus utama pada tahun ini dialokasikan pada perluasan jaringan lampu penerangan jalan umum berbasis tenaga surya.

Sebanyak 41 unit lampu PLTS dipasang di area pemukiman Desa Selong Belanak dengan total anggaran mencapai Rp. 368.860.312. Pemasangan ini dinilai krusial untuk menunjang keamanan wilayah serta mobilitas perekonomian warga di malam hari.

Di samping itu, kelanjutan rabat jalan usaha tani juga dilakukan di beberapa dusun, antara lain di kawasan Dusun Jabon sepanjang 80 meter, Dusun Kapal 93 meter, Dusun Serangan 70 meter, serta Dusun Rujak Praye 100 meter.

Sebagai upaya mitigasi dampak lingkungan dan bencana musiman, Pemdes turut membangun pasangan batu penahan jalan serta infrastruktur pengaman sungai permukiman sepanjang 35 meter yang berlokasi di Dusun Rujak Tengah. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *