LOMBOK TENGAH – Intensitas hujan yang berlangsung sejak hari Minggu hingga Rabu (25/02/2026) di Lombok Tengah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Bahkan beberapa infrastruktur tidak bisa difungsikan. Diduga hujan masih akan terus berlangsung dengan intensitas dinamis naik turun hingga akhir minggu ini.
Adapun wilayah yang terdampak yakni di Kecamatan Praya Barat, terdiri dari Desa Bonder dan Tanak Rarang. Di Bonder, genangan banjir merendam Dusun Selong Paok. Wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai ini meluap hingga subuh tadi.
Anggota DPRD Lombok Tengah, Nasarudin mengatakan, ia bersama pihak BPBD telah melakukan peninjauan langsung lokasi banjir tersebut pada Rabu dini hari (25/02) untuk memastikan situasi yang akurat untuk bisa diberi penanganan dan langkah lebih lanjut.
“Jembatan penghubung Desa Bonder dan Pandan Indah yang merupakan ruas kabupaten ini sempat tidak bisa dilalui karena air sungai meluap ke atas jembatan. Tapi alhamdulillah sekarang airnya sudah surut,” kata Nasarudin seusai cek lokasi.
Baginya, kondisi tersebut sangat memprihatikan. Meluapnya bukannya karena curah hujan saja, tapi ini disebabkan juga karena lubang jembatan tersumbat sedimentasi yang sudah cukup lama. Ada empat lubang jembatan dan dua diantaranya tersumbat total baik oleh sedimentasi, kayu, dan material yang kebawa arus.
“Yang menjadi keresahan warga, selama ini belum ada tindakan dari pihak terkait, baik dari BWS dan pemerintah daerah,” terang Sekretaris PAN Lombok Tengah ini.
Dijelaskannya, jembatan ini adalah ruas jalan kabupaten yang sangat vital bagi aktifitas ekonomi dan pendidikan masyarakat. Parahnya, anak-anak yang berada di Dusun Tanak Rarang Timur tidak bisa sekolah, karena sekolah mereka berada di seberang sungai.
“Sekitar dua minggu yang lalu, jembatan itu sempat dilakukan perbaikan dengan gotong royong oleh masyarakat bersama kepala desa dan jajarannya,” ujar anggota Komisi I DPRD Lombok Tengah ini.
“Dan Pak Kades juga infokan beberapa bulan yang lalu sudah ada yang survey untuk dilakukan tindakan, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya,” sambungnya.
Oleh sebab itu, selaku anggota DPRD Dapil IV (Praya Barat-Praya Barat Daya), dirinya meminta kepada instansi terkait untuk segera melakukan upaya agar jembatan tersebut bisa segera diangkat sedimentasi yang menutupi aliran air di kolong jembatan tersebut.
“Dalam waktu dekat warga masyarakat beserta kepala desa akan bersurat dan mendatangi kantor BWS dan Gubernur NTB,” pungkasnya. |df
