Peringati Hari Bumi, PDAM Loteng Tanam Pohon di Kawasan Hutan Lindung

LOMBOK TENGAH – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar aksi penanaman pohon buah di kawasan hutan lindung Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan sumber mata air, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Aksi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Karang Sidemen, Universitas Mataram, Asia Foundation dan Konsepsi.

Mengusung tema “Aksi untuk Bumi : Tanam Pohon, Tanam Harapan dalam Perlindungan Mata Air”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Loteng.

Dalam hal ini, Direktur Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon.

“Air adalah kebutuhan primer manusia, kalau listrik mati masih ada lampu, tapi kalau air mati tidak ada yang bisa menggantikan, sehingga keberadaan mata air harus kita jaga,” kata Bambang, Rabu (24/04/2026).

Dijelaskannya, salah satu upaya menjaga sumber mata air ialah dengan terus menanam pohon, agar tutupan lahan hutan tetap terpelihara. Jika hutan terjaga, maka bumi juga akan tetap terjaga. Ia juga menegaskan, kegiatan penanaman pohon tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diikuti dengan komitmen perawatan yang berkelanjutan.

“Sudah ratusan kegiatan penanaman pohon kita lakukan, tapi seringkali kita tidak mengetahui apakah pohon tumbuh atau tidak. Jangan sampai hari ini kita tanam, seminggu kemudian sudah hilang. Jadi, penting bagi kita untuk melakukan pengawasan dan perawatan secara rutin,” tegasnya .

Selain itu, ia juga merekomendasikan jenis pohon yang ditanam harus memenuhi tiga aspek sehingga bisa bertahan lama, yakni aspek ekologis, aspek ekonomis dan aspek social. Hal itu menjadi dasar memilih tanam pohon buah, seperti Alpukat dan Durian, karna dinilai telah memenuhi aspek. Selain itu, ada juga pohon beringin yang ditanam di sepadan sungai untuk menjaga mata air.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan dan sumber mata air semakin meningkat, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkasnya. |df

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *