LOMBOK TENGAH – Puskesmas Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu lokasi utama kunjungan Dewan Pengurus The Fred Hollows Foundation (FHF) dalam agenda Board Members Project Visit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 21–23 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung praktik penguatan layanan kesehatan mata yang telah dikembangkan di tingkat pelayanan kesehatan primer, Rabu, (22/07/2026).
Kunjungan jajaran pimpinan FHF ini bukan dalam rangka evaluasi maupun inspeksi, melainkan sebagai sarana pembelajaran dan dialog langsung dengan tenaga kesehatan di lapangan. Delegasi yang hadir terdiri dari sejumlah pimpinan FHF, di antaranya anggota Dewan Direksi, Chief Executive Officer (CEO) FHF, Chief of Programs & Partnerships, serta Country Manager FHF Indonesia.
NTB selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan mata ke dalam pelayanan kesehatan primer, sistem rujukan, serta layanan Penyakit Tidak Menular (PTM). Praktik baik tersebut menjadi salah satu hal yang ingin dipelajari secara langsung oleh delegasi FHF melalui kunjungan ke Bagu Vision Center yang berada di lingkungan Puskesmas Bagu.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Puskesmas Bagu, dr. Lale Yufila Apriyanti memaparkan proses pengembangan Bagu Vision Center sekaligus berbagai capaian dan dampak layanan terhadap masyarakat di wilayah sekitar.
Ditempat yang sama, perawat kesehatan mata Puskesmas Bagu, Sry Rohayu turut mempresentasikan berbagai kegiatan dan capaian Vision Center. Ia juga menjelaskan peran Puskesmas Bagu dalam mendampingi puskesmas lainnya di NTB untuk mengembangkan Vision Center masing-masing.
“Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat praktik klinis dan akses layanan kesehatan mata di tingkat pelayanan kesehatan dasar,” kata Kepala Puskesmas Bagu, dr. Lale Yufila Apriyanti.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara delegasi FHF dan tenaga kesehatan lini depan. Dalam diskusi tersebut, delegasi berkesempatan memahami secara langsung berbagai pengalaman, tantangan, serta inovasi yang dilakukan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain membahas optimalisasi layanan kesehatan mata dasar, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat pengembangan layanan kesehatan mata ke depan, khususnya dalam penanganan Retinopati Diabetik (RD). Di Puskesmas Bagu, delegasi FHF diperkenalkan dengan tahap awal proyek percontohan Kementerian Kesehatan yang berfokus pada skrining dan penanganan Retinopati Diabetik.
Dalam pengembangan program tersebut, FHF memberikan dukungan dalam penyusunan standar praktik, pelaksanaan skrining, hingga penguatan sistem rujukan pasien Retinopati Diabetik dari tingkat pelayanan primer di puskesmas menuju fasilitas kesehatan tingkat sekunder dan tersier.
Ke depan, inovasi penanganan Retinopati Diabetik tersebut direncanakan menjadi bagian dari model Comprehensive Community Eye Care (CCEC) yang dikembangkan melalui kemitraan antara FHF dan Kementerian Kesehatan.
Kunjungan ke Bagu Vision Center diharapkan semakin memperkuat keselarasan dan pemahaman antara Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, masyarakat, serta The Fred Hollows Foundation dalam membangun layanan kesehatan mata yang terintegrasi dan berkelanjutan,” sambung Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah.
Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran pimpinan FHF untuk melihat secara langsung bagaimana dukungan dan investasi strategis di bidang kesehatan dapat diterjemahkan menjadi penguatan sistem pelayanan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Puskesmas Bagu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata yang paripurna, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat. Puskesmas Bagu juga siap menjadi salah satu pusat pembelajaran bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam pengembangan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia. |df
